Android Cemplon Untuk Nexian Journey


Android Chemplon 2.3.0 salah satu versi penerus dari Android Bakpia yang mempunyai system Android 2.3 Gingerbread. Android Chemplon salah satu firmware android racikan lokal Indonesia, kali ini frimware Android untuk F11-F0X (foxconn) ini menggunakan remastering dari CyanogenMod 7. Untuk kode nama Android ini saya namai Android Chemplon dari segi nama memang aneh dingar tapi bagi orang yang pernah hidup di Jogja pasti tau apa itu Chemplon. Chemplon adalah salah satu makanan terbuat dari singkong ( ubi kayu ) yang dicampur dengan gula jawa yang kemudian goreng, Chemplon biasanya bisa kita ketemui di pasar-pasar tradisional di daerah Yogyakarta terutama didaerah Gunung Kidul. Dengan nama Android Chemplon ini saya meremastering firmware benar benar full customisasi :D bisa dilihat pada tampilan yang cukup menarik untuk dicoba :D. Wajar saja ini adalah pengembangan pertama saya pada versi Android 2.3 Gingerbread kemungkinan nanti banyak terdapat bugs-bugs yang ditemukan harap dimaklumi :). 
Untuk UI (User Interface) saya menggunakan themes campur-campur, karena themes ini bisa disebut gabungan dari MIUI, Sense dan sedikit IOS, harap dimaklumi saja saya membuat themes memang elegan dan tidak lebay, ini mungkin pengaruh dari saya menggunakan salah satu produk Apple :D. Dari firmware Android yang saya remastering menggunakan CyanogenMod versi android 2.3.4 mungkin untuk waktu sekarang ini versi 2.3.4 adalah ketinggalan, tapi saya memang memilih versi 2.3.4 dimana mencari kesetabilan firmware untuk digunakan sehari-sehari. Saya lihat statistik menggunaan firmware Android Racikan saya memang banyak digunakan tertama versi Android Bakpia Keju dan Android Kacang Ijo yang tingkat pengguna merasa puas dengan kesetabilan yang diperoleh. Utuk Android Chemplon 2.3.0 ini mungkin berberda dengan versi sebelumnya android bakpia, dari segi vitur merupakan standar CyanogenMod 7 kemudian untuk tampilan di rombak total dibalut dengan sentuhan sense dan icon MIUI pada setiap applikasi bawaan Android Chemplon 2.3.0.
Seperti kebanyakan frimware CyanogenMod fitur-fitur utama android sudah terpenuhi pada versi ini saya sengaja memasukkan beberapa aplikasi berguna buatan anak Negeri [ Indonesia ] yang mungkin berguna untuk digunakan. Applikasi yang saya masukkan seperti aplikasi Indonesia in your hand, mTransport DIY, Kommuta, GempaDroid, Cinemator dan TuneIn radio Streaming. Beberapa Aplikasi Mungkin berguna diataranya mTransport DIY dan Kommuta aplikasi ini berguna bagi anda yang sering berpergian didaerah Yogyakarta dan Jakarta akan terbatukan dengan aplikasi mTransport DIY dan Kommuta, aplikasi ini membantu anda mengetahui jalur transportrasi darat yang akan digunakan berserta jadwal keberangkatan transportrasi yang ada di kota bahkan anda bisa mengetahui keadaan Jogja secara live streaming dengan menggunkan IP Camera yang bisa dilihat langsung menggunakan aplikasi mTransport DIY. GempaDroid salah satu aplikasi yang ada di Android Chemplon yang berguna memberikan informasi daerah yang sedang dilanda Gempa secara cepat, paling tidak memberi informasi secara realtime gempa yang sering terjadi di Indonesia belakang ini, Aplikasi Indonesia In Your Hand salah satu applikasi untuk orang manca negara yang akan berkunjung di Indonesia, applikasi ini memuat semua informasi pariwisata yang ada di Indonesia untuk mendukung program Visit Indonesia dan Voting The Komodo Island, Applikasi terakhir Cinemator ini aplikasi tambahan bagi yang suka melihat movie kesangangan di bioskop kesangan tidak perlu lagi melihat jadwal pada web ukuran bersar cukup membuka Cinemator anda bisa melihat jadwal film kesangan anda tanpa perlu takut kehabisan tiket :D.
Chemplon 2.3.4 sudah mendukung installasi App2SD berkat adanya applikasi S2E aplikasi app2sd ini berkerja pada partisi Linux EXT2 untuk mengatifkan app2sd silahkan format partisi menjadi ext kemudian tinggal, cek app2sd yang ada di aplikasi S2E. Untuk Bugs yang ada di Frimware CyanogenMod 7 Gingerbread 2.3.4 masih sama pada sreeen off wifi teatering akan mati, untuk mengatasi bugs ini saya menambahkan aplikasi screen on jadi bugs wifi teatering sudah fix. Untuk Wireless, bluetooth dan screen rotation saya rasa lancar jaya :). Bagi yang ingin mengincipi enaknya Chemplon bisa di install pada Nexian Journey dan device basis FIH-FOX, petunjuk installasi sudah ada dalam paket Android Chemplon 2.3.0.

Credit :
Google Android Gingerbread 2.3.4 CyanogenMod 7
Kernel Linux ARMv6 2.6.32.9 SuperAOSP #1
Recovery Mode: ClockwordMod Recovery 2.5.1.3


Android Version    : Android Gingerbread 2.3.4
Code Name            : Chemplon 2.3.0
Based                     : CyanogenMod 7
Kernel Linux          : 2.6.32.9
Processor                : Max 768MHz
Support App2SD
Dalvik Cache2SD
GPS Config Fast Lock Satelit
Block Ads Google
Screen Reader
Bootsplash : Chemplon Green
Booot Animation  : Chemplon Glow
Betrey Indicator    : Black Ring (skala 10%)
Themes + Icon      : Chemplon Sense UI + MIUI
Launcer                 : Launcer Pro Sense UI
File Manager         : RootExplorer
Animation             : fade


Added Apps :
Google+
Fancy Widget
Indonesia In Your Hand
mTransport DIY
Kommuta
GempaDroid
Cinemator
Google Maps + Navigation
TuneIn Radio
Prey
Screen On
Quick Office
S2E

Tangkapan Layar :

Bootsplash


Bootanimation



UI [ User Interface ]

Unduh Android Chemplon 2.3.0 Release :

Cermin 1 : Android Chemplon 2.3.0 [mediafire] pass : password


Unduh Android Bakpia Sebelumnya :




Saatnya Pendidikan Indonesia Menggunakan Aplikasi Berbasis Open Source


Bangsa Indonesia adalah salah satu dari banyak bangsa besar di dunia. Peranannya dalam kancah perhelatan dunia telah terdengar sejak awal zaman kemerdekaan Indonesia hingga saat ini. Bidang yang digelutinya pun seabrek, mulai dari peran aktifnya dalam politik dunia, hingga penguasaan teknologi informasi yang tidak kalah hebatnya dengan negara berbasis teknologi seperti Jepang.

Berbicara tentang teknologi informasi, bidang ini cukup banyak diminati oleh orang Indonesia, khususnya bagi remaja menengah ke atas. Banyaknya produk-produk perangkat lunak bajakan hingga buku-buku yang bisa digolongkan murah dan bisa difotocopy dengan mudahnya, menjadi surga tersendiri bagi orang-orang yang senang berhadapan dengan yang namanya komputer. Selain itu, banyaknya sekolah-sekolah dari tingkatan SD hingga SMA yang mulai mempunyai Laboratorium Komputer, membawa angin segar tersendiri bagi masyarakat Indonesia yang gemar berkecimpung dengan komputer.

Namun sejak ditandanganinya MoU antara Pemerintah Indonesia dan Pihak Microsoft yang disertai pencanangan IGOS (Indonesia Go Open Source) oleh 5 Menteri pada tahun 2004 yang lalu, membuat para penikmat software bajakan agak sedikit terganggu. Pasalnya, sejak saat itu pemerintah mulai menggalakan kampanye anti pembajakan. Lebih dari itu, pemerintah juga sedang giat-giatnya melakukan razia komputer ke warnet-warnet dan rumah-rumah untuk memastikan tidak ada lagi software bajakan, khususnya software yang diproduksi oleh Microsoft, yang digunakan.

Sejak saat itulah kampanye Open Source Software (OSS) terus digalakan, baik oleh organisasi pemerintahan maupun oleh organisasi non pemerintahan. Tidak hanya itu saja, peminat OSS pun semakin hari semakin bertambah dan tengah menjadi tren saat ini.

Lalu bagaimana dengan instansi pendidikan yang telah mempunyai pelajaran komputer di instansinya? Untuk kalangan perguruan tinggi, hal ini sudah tidak menjadi hambatan dengan adanya Campus License Agreement dengan Microsoft. Lebih dari itu, ada beberapa fakultas dan atau jurusan di perguruan tinggi yang telah mempergunakan OSS untuk komputernya sehingga tidak ada masalah dengan lisensi. Biasanya fakultas dan jurusan tersebut berorientasi ke dunia ilmu komputer atau ilmu sains. Lalu bagaimana dengan instansi pendidikan SD hingga SMA yang notabenenya masih menggunakan software (perangkat lunak) BAJAKAN ?

Sebab dan Akibat Penggunaan Perangkat Lunak Tidak Berlisensi di Masyarakat Sekolah
Penggunaan Perangkat Lunak Bajakan, disebut juga dengan Perangkat Lunak Tidak Berlisensi, di instansi pendidikan biasanya dikarenakan pihak sekolah tidak mengetahui dan atau tidak peduli terhadap perangkat lunak yang dipakai. Keberadaan perangkat lunak-perangkat lunak bajakan yang dapat ditemui di trotoar di pinggir jalan raya pada siang hari pun memberi anggapan kepada mereka bahwa perangkat lunak-perangkat lunak yang mereka beli tanpa lisensi adalah bukan perbuatan melanggar hukum.

Yang menjadi permasalahan adalah para siswa didik yang mengikuti pelajaran komputer. Tentunya mereka harus menggunakan perangkat lunak yang sama seperti yang diajarkan di sekolah. Hal ini bisa menimbulkan semakin banyak orang yang menggunakan perangkat lunak tidak berlisensi. Akhirnya siswa-siswa terbiasa menggunakan perangkat lunak tidak berlisensi karena sekolah tempat dia belajar pun mengajarkan hal yang serupa, yaitu menggunakan perangkat lunak tidak berlisensi.

Kebiasaan ini tentunya menimbulkan masalah terhadap perilaku siswa dalam hal penggunaan perangkat lunak yang mereka pakai. Setelah dewasa, ketika perangkat lunak yang ada telah harus dibeli dengan lisensi, mereka tidak akan begitu saja akan membelinya. Karena telah terbiasa menggunakan perangkat lunak tidak berlisensi, akhirnya yang ada di benak mereka bagaimana cara mendapatkan perangkat lunak berlisensi tanpa harus mengeluarkan uang banyak. Mungkin dengan cara menyalin dari teman, atau mencari penjual yang menjual perangkat lunak tidak berlisensi, meskipun harus kejar-kejaran dengan polisi. Selain itu, sikap menghargai hasil pekerjaan orang lain pun boleh jadi sangat rendah dan ini bisa berimbas dengan menganggap remeh orang lain di masyarakat.

Sistem Operasi Proprietary di Dunia Pendidikan, Baik kah?

Sistem Operasi Proprietary dalam istilah ilmu komputer adalah sistem operasi yang bersifat Closed Source dengan EULA (End User License Agreement) sebagai perjanjian dalam pemakaian perangkat lunak. Biasanya sistem operasi ini memiliki lisensi yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Penggunaan perangkat lunak tergantung kepada sistem operasinya. Hampir sebagian besar perangkat lunak dengan sistem operasi proprietary adalah berlisensi, termasuk perangkat lunak yang masuk ke dalam kurikulum pendidikan komputer di sekolah-sekolah di Indonesia.

Ada beberapa dampak yang bisa disimpulkan dari penggunaan sistem operasi proprietary dan perangkat lunaknya, terhadap kelangsungan pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan teknologi informasi.

  1. Pengguna perangkat lunak berlisensi diharuskan membayar beberapa jumlah uang untuk membayar lisensi produk kepada pengembang perangkat lunak. Biasanya satu perangkat lunak harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Bahkan ada beberapa perangkat lunak yang harganya mencapai puluhan juta rupiah, bahkan ratusan juta rupiah. Jumlah tersebut pun bukan untuk banyak komputer, tapi untuk satu komputer yang terpasang perangkat lunak tersebut. Alangkah sayangnya apabila dunia pendidikan Indonesia membayar uang sebanyak itu hanya untuk membayar lisensi perangkat lunak yang digunakan di komputer sekolah. Hal ini bisa menyebabkan naiknya anggaran pendidikan, baik untuk sekolah maupun untuk siswa. Kenaikan anggaran ini semakin memperkuat kesan bahwa dunia pendidikan mahal.
  2. Sebagian besar produk perangkat lunak EULA menawarkan penggunaan yang user friendly. Hal ini bisa membawa dampak pada siswa yang akan terbiasa dengan hal-hal yang mudah sehingga akan merasa enggan mempelajari perangkat teknologi informasi apabila menemui kesulitan dalam penggunaannya. Hal ini secara tidak langsung bisa berdampak turunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi informasi di masa depan.
  3. Kemudahan dalam menggunakan perangkat lunak EULA ini tidak hanya dapat dirasakan oleh siswa, tapi juga oleh guru pengajar. Dengan perangkat lunak yang penggunaannya lebih mudah, lebih mudah juga bagi guru untuk mengajar, sehingga tidak menutup kemungkinan guru pun akan terlena dengan kemudahan ini dan agak enggan untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang komputer yang bisa berdampak tidak bertambahnya pengetahuan siswa.
  4. Biasanya komputer yang menggunakan sistem operasi closed source, seperti  Windowsnya Microsoft, rentan terkena virus komputer dan relatif kurang stabil. Hal ini berdampak pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan dan pemeliharaan komputer. Pemasangan aplikasi lunak anti virus yang berfungsi menghalau dan menghilangkan virus pun tampaknya bukan jalan keluar yang baik karena kehandalan dan kestabilan komputer menjadi terganggu. Biasanya komputer akan berjalan lebih lambat sehingga bukan tidak mungkin dapat menyebabkan terganggunya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Linux, Pilihan OSS yang Tepat untuk Dunia Pendidikan Saat Ini

Salah satu cara yang dianggap paling relevan untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan menggunakan OSS untuk Kegiatan Belajar Mengajar mata pelajaran komputer di instansi pendidikan SD hingga SMA. Sekarang ini telah tersedia banyak OSS. OSS yang paling banyak dipergunakan dan dikembangkan sampai saat ini adalah Linux.

Penggunaan Linux untuk instansi pendidikan, dalam hal ini dalam Kegiatan Belajar Mengajar mata pelajaran komputer, tampaknya bisa jadi pilihan yang cukup tepat. Pekik Nurwantoro dalam artikelnya yang berjudul Kontribusi Saintifik dari Sistem Open Source dalam Komunitas Akademik yang diterbitkan dalam buku Open Source Linux menuliskan 3 alasan bahwa Linux memang tepat untuk menggantikan Sistem Operasi Komersial seperti Microsoft Windows.

Alasan pertama adalah Linux merupakan sistem operasi yang mampu mengatur lalu lintas informasi antara pengguna dan komputer sehingga dapat mengerjakan apapun dengan komputer. Alasan kedua adalah Linux merupakan salah satu sistem operasi yang siap dipergunakan pada berbagai prosesor, mulai dari kelas PC berbasis Intel, Apple, PowerPC, Amioga, dan Atari hingga kelas workstation berbasis DEC ALPHA/AXP, RiscPC, dan Sparc. Alasan yang ketiga adalah kecenderungan beberapa pihak yang mengizinkan pemakaian aplikasi yang dikembangkan secara bebas asalkan dipergunakan dalam Linux.

Selain ketiga alasan di atas, setidaknya ada dua alasan tambahan mengapa Linux tepat untuk diterapkan dalam mata pelajaran komputer di sekolah-sekolah, dan tepat untuk sekolah-sekolah mulai bermigrasi ke Linux saat ini.

Alasan pertama adalah Sistem operasi Linux tidak hanya dikembangkan dan ditujukan untuk kepentingan bisnis semata. Belakangan ini ada beberapa varian Linux yang sedang mengembangkan Linux yang sengaja dikembangkan dan ditujukan untuk dunia pendidikan. Salah satunya adalah Linux Ubuntu yang telah mengeluarkan dan terus mengembangkan salah satu varian Linux yang disebut Edubuntu. Hal ini patut dijadikan pertimbangan bagi sekolah-sekolah di Indonesia untuk memulai migrasinya ke OSS.

Alasan kedua adalah telah tersedianya perangkat lunak substitusi dengan kemampuan yang sama dengan perangkat lunak berlisensi, dalam hal ini perangkat lunak yang dijadikan bahan pelajaran dalam sistem operasi Microsoft Windows. Misalnya saja untuk pelajaran Bahasa Pascal, bisa digantikan dengan GNU Pascal GPC di Linux yang setara dengan Turbo Pascal 7.0 di Windows. Untuk membuat dokumen pun Linux telah menyediakan Open Office yang tidak kalah kemampuannya dengan Microsoft Office di Windows.

Keuntungan Sekolah dengan Memakai Linux dalam Mata Pelajaran Komputer

Dari uraian di atas, ada beberapa keuntungan yang dapat disimpulkan dari menggunakan Linux dalam mata pelajaran komputer di instansi pendidikan SD hingga SMA, yaitu:

  • Linux bersifat free sehingga diharapkan mampu menekan biaya yang tinggi dari pengadaan perangkat komputer, khususnya perangkat lunak.
  • Kestabilan dan kehandalannya serta relatif bebas virus komputer, boleh jadi kekuatan dan keunggulannya selama ini. Dengan kekuatan dan keunggulannya ini diharapkan mampu menekan biaya perawatan dan pemeliharaan perangkat di komputer, khusunya perangkat lunak, serta mampu memperlancar KBM.
  • Program yang dimiliki oleh Linux lebih cocok untuk dunia pendidikan. Apalagi dengan adanya beberapa Linux yang didedikasikan untuk dunia pendidikan, seperti Ubuntu dengan Edubuntunya, hal ini menambah kekuatan Linux sebagai perangkat lunak yang cocok diterapkan di dunia pendidikan.
  • Meskipun penggunaan Linux agak sulit dibandingkan sistem operasi komersial seperti Microsoft Windows, namun hal ini diharapkan mampu membentuk mental pelajar Indonesia agar mau selalu mencoba dan mencoba. Lebih dari itu, siswa diharapkan bermental selalu mencari, menemukan hal baru, dan mengembangkannya. Hal ini tentu sejalan dengan misi dunia pendidikan Indonesia yang ingin membentuk manusia Indonesia yang kreatif dan inovatif.
  • Dengan mental mencari, menemukan hal baru, dan mengembangkannya, kemampuan siswa di bidang komputer, khususnya siswa SMP dan SMA, bisa meningkat. Bahkan tidak menutup kemungkinan setara dengan lulusan perguruan tinggi untuk hal penguasaan bahasa pemrograman tertentu. Hal ini secara tidak langsung berdampak kepada meningkatnya kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi informasi.

Sudah seharusnya dunia pendidikan dasar Indonesia mulai melirik OSS sebagai perangkat dalam bahan pembelajaran komputer, khususnya teknologi informasi. Tugas ini bukanlah tugas yang harus dipikul oleh pihak dari instansi pendidikan semata. Insan-instan TI tanah air pun sudah seharusnya mulai ikut aktif membantu menggalakan penggunaan OSS di lingkungan pendidikan di Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan kerjasama yang baik, semoga dunia pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan di bidang teknologi informasi, menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Hidup Open Sources untuk Edukasi Indonesia 


sumber penulis :

Yudha P Sunandar

yudha.spiza@gmail.com

Penulis adalah pendiri dan pengurus ULOS (Unpad Linux and Open Source) Community dan anggota dari KLUB (Klub Linux Bandung).



HTC Desire HD Photographed

One lucky Dutch guy (xda member Clock1932) has swept aside any considerations of failed Google "Type Approval" testing and has gotten his paws on what many are calling "the EVO for Europe." Not so fast: while it may lack a kickstand, a 4G radio, and a front facing camera, its new Qualcomm Snapdragon QSD8255 CPU appears to be quite a step up when it comes to benchmarks. Preliminary tests show a result of  about 1900, compared to about 1200 on an EVO 4G running Froyo.
4 5
Speaking of snappiness, HTCSense.com is reportedly working nicely, with the "Call My Device" feature making the phone ring almost immediately. There is also mention of the new HTC Fast Boot technology, which is said to take around 1-1.5 seconds to boot from the hibernation mode, with a cold reboot taking roughly half a minute.
7
Followers of the developments have been commenting on the dubious camera bulge on the back of the Desire HD, with some expressing concerns over lens scratches and other possible damage. Thankfully, the lens is recessed and hopefully will not prove to be an issue.
Another xda poster, BartOtten, has compiled a post of the various details gleaned from Clock1932's time with the device, as well as some high-resolution photos of the sumptuous screen and photos and video clips from the camera. Check them out in the (19 page and growing) forum thread below.

Memasang Fastboot Android di Mac OS


Fastboot salah satu alat untuk flashing rom android dari mode fastboot. mode fastboot ini mempunyai banyak fungsi seperti memasukkan kernel android dan recovery mode. Mode fastboot ini pada beberapa type android memang ada seperti HTC, Nexian A890, ZTE Blade, dan masih banyak lagi fastboot mode terbuka pada perangkat android. Untuk masuk ke fastboot mode biasanya menggunakan kombinasi tombol. Pada kebanyakan perangkat HTC adalah menekan Vol Down + Power, Untuk Nexian Journey End Call + Vol Down + Power untuk perangkatlainnya silahkan cari sendiri pada mesin pencari :D. Fastboot pada Mac OSX ternyata installasinya lebih mudah dari pada Fastboot di Linux Ubuntu tanpa otak atik berkas Udev, perangkat Android pada Mac OSX sudah bisa berjalan lancar jaya. Untuk lankah-langkah installasi Fastboot Android pada Mac OSX sebagai berikut : 

Unduh berkas Fastboot pada tautan ini
Buka Terminal, buat drirektori android-sdk_mac
mkdir Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools 
kemudian salin berkas fastboot ke dalam direktory Library
cp fastboot Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/
Setelah menyalin berkas fastboot kemudian berikan hak akses berkas fastboot pada direktori Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/
sudo chmod 755 Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/fastboot
Kemudian dilanjutkan membuat berkas profile bash konsole pada direktori user anda dengan mengetikkan perintah berikut :
touch .profile
Sunting berkas .pofile, dengan perintah berikut :
open .profile
Kemudian tambahakan baris path berikut :
PATH=${PATH}:/Users/namauser/Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/
Untuk perintah dasar Fastboot Mode pada Android 

 update  reflash device from update.zip
 flashall flash boot + recovery + system
 flash ] write a file to a flash partion
 erase  erase a flash partition
 getvar  display a bootloader variable
 boot ] download and boot kernel
 flash:raw boot ] create bootimage and flash it
 devices list all connected devices
 continue continue with autoboot
 reboot reboot device normally
 reboot-bootloader reboot device into bootloader

options:
 -w erase userdata and cache
 -s  specify device serial number
 -p  specify product name
 -c  override kernel commandline
 -i  specify a custom USB vendor id
 -b  specify a custom kernel base address
 -n  specify the nand page size. default:2048

 

Copyright @ 2016